Vernakularisasi Islam Cina

Sumber Tulisan : Disini

REPUBLIKA.CO.ID, oleh: Azyumardi Azra 

Berkunjung ke Masjid Agung Xi’an, Provinsi Shaanxi, Cina, pada pertengahan Mei 2012 lalu bersama rombongan muhibah Majelis Ulama Indonesia (MUI), saya menyaksikan vernakularisasi Islam di Cina yang bertahan selama berabad-abad hingga kini. Masjid Agung Xi’an, yang menurut catatan sejarah Islam Cina didirikan pada 742 M pada masa Raja Hungwu dari Dinasti Ming, disebut sebagai masjid tertua di Cina.

Para raja Dinasti Ming dan Tang yang menjadikan Xi’an— kota perdamaian aba di—sebagai kota terbesar serta pusat perdagangan di Cina pada masa-masa tersebut. Dan pada masa Dinasti Tang, raja mengeluarkan fangfang, surat keputusan tentang pembentukan wilayah khusus bagi kaum Muslimin          (Muslim Quarter) di mana Masjid Xi’an bertahan dalam kekunoannya.

Perubahan zaman dengan kekuasaan politik yang silih berganti sampai masa kontemporer pada era komunisme dan transformasi Cina hari-hari ini, kelihatan nyaris tidak mengubah lanskap sosial-keagamaan kaum Muslim Xi’an dan Muslim Cina lainnya. Jika pada masa komunisme ekspresi keagamaan relatif terkungkung, kini terlihat lebih bebas.

Para pengunjung Muslim luar—termasuk sejumlah peziarah Muslim Indonesia yang kelihatannya kian banyak datang ke Xi’an—dapat merasakan dinamika kaum Muslim Cina dan sekaligus menyaksikan vernakularisasi yang bertahan beradab-abad. Itu seperti terlihat jelas di Masjid Agung Xi’an dan hampir seluruh masjid serta monumen historis Islam lainnya di Cina.

Konon dari Masjid Xi’an—kota tempat awal jalur sutra darat ke Asia Tengah—Laksamana Muhammad Cheng Ho bertolak dalam perjalanan panjang menempuh jalur sutra maritim. Kawasan Masjid Xi’an sejak dulu terkenal sebagai wilayah Muslim dan kini tersohor sebagai wilayah ‘Muslim Street’, yang ramai dengan restoran Muslim dan berbagai suvenir khas Cina, menjadi salah satu pusat kunjungan turis mancanegara.

Vernakularisasi Islam—pengungkapan dalam bahasa dan budaya vernakular, budaya lokal—terlihat begitu jelas di Masjid Xi’an dan hampir seluruh masjid lain di Cina. Ver na kularisasi itu pertama-tama terlihat jelas dari arsitekturnya yang sangat khas Cina, tidak seperti masjid tipikal di Timur Tengah atau Indo nesia.

Untuk sederhananya agar bisa dibayangkan, Masjid Xi’an mirip kelenteng, tidak ada kubah, tidak ada menara. Te tapi, seperti masjid-masjid lain umumnya, Masjid Agung Xi’an juga memiliki mih rab dan mimbar. Arsitektur yang sama juga saya lihat di Masjid Da Xue Xi Gang Xian—terletak di Ja lan Hua Jue, yang terpisah agak jauh dari ‘Mus lim Quarter’ di ling kungan Masjid Agung Xi’an.

Masjid Da Xue Xi Gang juga tidak kalah tuanya dibanding kan Masjid Agung Xi’an meski ukur annya lebih kecil. Masjid Da Xue Xi Gang, menurut pengurusnya, didirikan Laksama na Cheng Ho sebelum bertolak ke Nanhai, wilayah samudra selatan, tegasnya nusantara.

Memang dalam Islam tidak ada ketentuan definitif tentang arsitektur masjid. Karena itu, vernakularisasi arsitektur Xi’an dan masjid-masjid lain di Cina dan juga Indonesia merupakan konsekuensi tidak terelakkan ketika Islam menyebar ke berbagai lokalitas tersebut dan terlibat dalam ‘pergumulan’ dan ‘dialog’ dengan budaya lokal.

Hasilnya adalah vernakularisasi Islam dalam bentuk yang paling jelas dalam hal-hal tertentu. Vernakularisasi Islam di Cina tidak terbatas pada arsitektur masjid, tapi masuk ke dalam peribadatan. Kaum Muslim China, seperti Muslimin di tem pat-tempat lain, juga menjalankan shalat, misalnya.

Tetapi, vernakularisasi terlihat dalam peng ucapan ayat-ayat Alquran, yang aksen dan makh- raj-nya sangat khas, sangat kental terpengaruh peng ucapan bahasa Cina. Oleh karena itu, agak sulit mengikuti bacaan ayat-ayat Alquran ketika shalat di Masjid Agung Xi’an, ‘dilagukan’ secara khas pula, yang ganjil bagi telinga Muslimin Indo nesia.

Bagaimanapun, dengan segala vernakula risasinya, Muslim Cina adalah bagian integral dari warisan dan tradisi Islam lebih luas. Dengan vernakularisasi yang khas, Islam menjadi begitu embedded, melekat dalam ke hidupan dan budaya Cina.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s